Sirah Pulau, 27 Juli 2019
Dear Ibu dan Anya,
Mungkin pilihan yang bapak ambil adalah pilihan yang paling keliru sejauh ini. Bapak mengambil pekerjaan dengan konsekuensi harus berjauhan dengan Ibu dan Anya. Bapak berpikir akan baik untuk masa depan Anya. Tapi bapak lupa satu hal yang paling penting bahwa Anya membutuhkan sosok bapak yang ada di dekatnya di saat umur dia seperti sekarang ini. Pilihannya sudah dibuat dan sedang di jalankan, dan bapak merasakan betapa beratnya bapak berjauhan dengan Ibu dan Anya, bagaimana dengan Ibu dan Anya? Tentu lebih berat lagi tidak ada bapak di samping. Maafkan bapak, nak. Maafkan bapak, bu. Bapak akan dengan rela meninggalkan pekerjaan bapak untuk bisa lebih dekat dengan Ibu dan Anya lagi.
Pada akhirnya, ada di sisi Ibu dan Anya adalah hal nomor satu di dalam hidup bapak.
Untuk Anya,
Bapak sudah bisa menebak beberapa waktu ke depan bahwa penyesalan terbesar bapak adalah berjauhan dengan Ibu dan Anya. Jangan sakit lagi ya. Bapak janji nak, bapak akan menebus waktu bapak yang hilang selama bapak ga ada di dekat Anya. Doain bapak biar semuanya berjalan lancar ya. Bapak kehilangan moment dengan Anya beberapa saat. Bapak merasa gagal, nak. Tapi tak apa, bapak akan sesegera mungkin agar bisa dekat dengan Ibu dan Anya lagi. Bapak akan mencari pekerjaan lagi di mana Ibu dan Anya bisa ada dengan bapak terus-menerus seperti sediakala.
Untuk Ibu,
Maafin bapak banyak melewatkan moment-moment spesial kita ya. Doain rencana bapak akan lancar biar bapak bisa bawa Ibu dan Anya lagi ikut dengan bapak. Semoga Ibu dan Anya sehat selalu di sana, panjang umur, serta dimudahkan segala aktivitasnya, diberikan rejeki yang berlimpah, diberi kebahagiaan, selalu sabar, dan semakin mencintai bapak.
Selamat ulang tahun ya, bu ♡
Selamat ulang tahun cinta bapak. Selamat ulang tahun ibunya Anya. Bapak sangat mencintai Ibu dan Anya 🤗
Peluk cium dan salam rindu,
-bapak-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar