Jumat, 23 Februari 2024

Anak Kami "Hilang"

Tanggal 29 Oktober lalu istri gue ngeluh sakit perut dan pinggang terus. Beberapa hari terakhir tiap mau tidur selalu minta dielus perut dan belakangnya. Kupikir mau period. Sampai tiba tanggal 31 Oktober lalu dia kesakitan parah perutnya. Katanya melilit dan sakit sekali ga seperti biasanya. Gue tanya aktivitas tadi ngapain saja? Dia bilang habis nyuci baju. Oh pantes kupikir. Sampai tiba pukul 17:00, dia bilang ayo kita ke Puskesmas, bapak. Ga tahan lagi sakitnya. Langsung kami bergegas. Gue telpon mertua untuk ke rumah biar anak gue ada yang jaga, kebetulan lagi sakit juga demam. 

Pergilah kami ke Puskesmas (500 m dari rumah). Sampai Puskesmas disambut sama teman-teman kami sebagai petugas di sana. "Kenapa ka?" langsung Istri gue jawab "Sakit perut ini melilit dari 3 hari lalu tapi paling sakit pas sekarang ini". "Sudah telat berapa hari?" tanya susternya. "Sudah semingguan sih ini". "Yaudah test dulu yaa. Kuambilkan dulu testpacknya". Kata susternya. Tidak lama petugasnya sudah datang, gue dan istri menuju ke toilet. sat set sat set, istri gue ketawa "Hamil nih hahaha". Gue yang masih ga yakin langsung melihat testpacknya. Beneran 2 garis sangat jelas. Langsung kami pelukan tertawa. Senang sekali rasanya. Gue mau jadi bapak-bapak 2 anak nih pikir gue. Langsung dipindahkan ke petugas bidan untuk konsultasi dan pencatatan administrasi ibu hamil. Setelah itung-itungan tanggal terakhir period, disimpulkan usia kandungannya sudah 5 minggu. Beres semuanya, kami pulang. Nyampein kabar ke keluarga. Semua senang yang denger. "Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah" terdengar suara keluarga. Semenjak malam itu istri gue mulai rutin konsumsi vitamin yang dikasih dari Puskesmas. Gue langsung bergegas beli susu prenagen sesuai perintah Istri. Semua berjalan baik. 


Tanggal 4 November kata ibu gue ada pemeriksaan dokter Obgyn di Puskes tanggal 5 November nanti. Mau di daftarin? Kami serentak bilang "Iya". Karena memang di daerah kami masih belum ada dokter Obgyn even itu di rumah sakit. Sehingga kami harus ke Gorontalo atau Manado dulu kalau mau periksa kehamilan. Katanya akan dimulai pemeriksaan jam 11.00. Kami menuju Puskes jam 12.00. Sampai jam 15.00 dokternya masih belum datang. Baru di mulai sekitar jam 16:30. Kami kebagian pas magrib. Tiba giliran kami, masuklah kami ke ruangan pemeriksaan. Setelah di USG, teng deng teng deng tidak ada kantung kehamilan sama sekali. Kok bisa ya dalam hati gue? Lantas hasil testpack kemarin kok bisa 2 garis? Apa yang salah nih? Akhirnya kata Dokter coba testpack lagi tapi pengambilan urinnya lewat kateter supaya lebih bersih. Hasilnya? Negatif dong. Dokter menjelaskan kemungkinan Hormon kehamilan lagi naik, sehingga kebaca positif. Gue ga abis pikir sebenarnya. Tapi yaudahlah mau gimana. Lesu gue saat itu tapi it's okay, gue dan Istri berusaha saling ketawa saja sambil saling menguatkan. "Belum rejeki yaa bapak hehe". Aman bu. belum rejeki. Siapa tau nanti pas rumah sudah jadi ya Bu. 

Sejujurnya dibalik kesedihan kami, ada sedih anak kami juga yang udah ingin sekali punya adik. Dia nyebutnya Ultraman. Nanyain terus kapan Ultraman keluar dari perut ibunya. Istri gue kemarin malam curhat kalo dia sedih sekali ingat kejadian itu. Dia nyalahin dirinya yang ga bisa ngejaga. Tapi itu sama sekali bukan kesalahannya. Memang belum rejekinya saja. Semoga istri cepat kembali ceria lagi.

Buat Ceiba, sabar ya de. Nanti Ultraman akan keluar kalo sudah jadi rumahnya 

Buat Ibu, terima kasih yaa sudah jadi Istri dan Ibu yang super-duper luar biasaa. Semoga ibu sehat selalu dan bahagia serta ceria kembali. Bapak proud dan beruntung punya ibu. Peluk cium, 

-Bapak-

Minggu, 03 April 2022

Sahur Day One yang "PERFECT"

"Bu, bapak ke pasar dulu ya. Mau beli bahan makanan buat sahur perdana". Obrolan di sore hari kemarin.

Ambil kunci motor, gasss ke lasar minggu. Nyari ikan tapi ga nemu yang sesuai keinginan. Belilah ayam. Ingat di depan ada rempah yang sudah ready. Ayam bumbu kuning enak nihh.

Sat set sat settt, belilah ayam, rempah, sayur, dan buah. Gasss pulang rumah. Bersihin semua-mua, masukin kulkas, lanjut ungkep ayam. Pen gue ungkep kebenaran si ayam ini *apaan sih nying*.

Semua sudah siap, nampak lezat ayam ini. Sayur sudah dibersihkan, rempah sudah diulek juga, biar sahur tinggal ditumis saja. Sebelum tidur masak nasi dulu. 

Sat set sat settt tinggal tidur. Jam 03:15 alarm bunyi kek ada maling. Bangun, goreng si ayam, tumis sayur, langsung gass sendok nasinya ke piring.

Taraaaaaa...

Nampak lezat ya pemirsyaahh, begitu kata istri pas dikirimin ke whatsappnya.

Doa dulu, langsung suapan pertama. Pas suap, langsung tersenyum lebar sekali. Ternyata nasinya lupa dicekrekin, akhirnya jadi kaya beras yang direndam air panas, jadi kaya bubur 🥲

Ayam sudah enak, sayur sudah mantap, dicacatin sama nasi ini. Sangat berkesan sahur pertama kali ini 🥲

Sengaja tidak gue kasih tau istri biar hatinya ga semakin iba mengetahuinya.

Selamat berpuasa masyarakat. Semoga lancar sebulan full 💪

Kamis, 31 Maret 2022

Happy birthday, C3IBA ♡

Dear anakku sayang,
Tahun ini ternyata masih belum sama-sama juga ya seperti janji bapak kemarin hehe. Maafin bapak ya cantik. Apa boleh kita gantungkan lagi harapannya untuk tahun depan, Nak? Boleh yaa?

Unexpected!
Yaa, banyak hal tak terduga dan diluar ekspektasi bapak dan ibu apa yang sudah kamu lewati selama pertumbuhanmu setahun belakangan ini. Bersyukur banyak sekali keberkahan dan hal-hal luar biasa buat bapak dan ibu yang telah kamu berikan.

Terima kasih Anakku. Semakin banyak bekal pelajaran kami untuk memperbaiki diri menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Semua berkat kamu, anak pertama bapak dan ibu, tempat belajar bapak dan ibu.

Maafin bapak dan ibu kalau dalam proses mendidikmu kadang kami keras dan tegas. Semua itu agar dikemudian hari kamu bisa jadi orang yang lebih kuat dari kami, bisa menjadi orang yang jauh lebih baik dari bapak dan ibu.


Seperti yang bapak selalu sampaikan, jadilah orang yang bahagia Nak. Kalo kamu bahagia, semua hal akan baik-baik saja. Selamat ulang tahun anak gadisku, belahan jiwa ibu, jantung hatinya bapak. Bahagia sebanyak-banyaknya, sehat, serta mulia.

Bapak mencintaimu tanpa batas 😘

Peluk cium,
-bapak-

Sabtu, 23 Oktober 2021

Little Dream

Udah umur segini, gue mau usaha apa ya buat pegangan kedepan?

Kira-kira begitu lah pertanyaan akhir-akhir ini yang selalu muncul di benak gue. Sampai saat ini gue masih LDR dengan istri dan anak. Semenjak planing gue masuk ke salah satu perusahaan di wish list gue gagal, semua planing gue jadi berantakan. Sampai sekarang pun kalau ingat itu masih nyesek saja.

Ditambah lagi gue ga daftar CPNS kemarin dan infonya tahun depan belum ada bukaan CPNS. Kurang apalagi coba berantakannya planing gue. Pusing sekali muter otak bagaimana supaya bisa cepat gue balik ke kampung halaman dan tidak LDR lagi dengan anak istri. Apalagi anak gue sekarang makin hari makin besar. Banyak sekali momen-momen yang gue lewatin dengan anak dan istri gue. Itu artinya juga gue masih akan LDR 1 tahunan bahkan lebih. Fiuuhhh~

Ngomong-ngomong soal usaha, sebenarnya gue pengeeeeennnn banget bisa buka kedai kopi yang bener-bener ada tempatnya. Apalagi kalau bisa buat itu di sebelah rumah gue. Dan yaaa, itu dream gue saat ini untuk usaha. Bisa buka kedai kopi yang tempatnya cozy ala-ala kedai kopi kecil di kota-kota besar.  Gue pengen gue sendiri yang racik minumannya dengan alat-alat yang gue impikan. Apalagi kalo gue bisa colab dengan istri gue di kedai itu.

Insya Allah gue dan istri selalu diberikan rejeki yang cukup untuk bisa mewujudkan impian gue dan istri.

Sambil berbicara dengan diri gue sendiri
"Suatu saat gue akan punya kedai kopi" 😉

Rabu, 25 Agustus 2021

tampa biasa.

Prepare for "Take Off".

Gue sebut ini Kedai.

Tercipta lewat candaan cerita di suatu siang hari. Dibuat semata-mata untuk jadi tempat orang-orang bisa berkumpul, berbagi cerita satu sama lain, enjoy dan happy.

Semua disiapkan dengan alat dan bahan seadanya. Karena memang Visinya hanya ingin tempat ini bisa menjadi tempat yang nyaman dan membuat orang senang setelah kumpul-kumpul dari tempat ini.

Let's start this journey.

IG: tampabiasa___ (underscore 3x)

Rabu, 14 Juli 2021

Gugur Psikotest

Setiap orang pasti pernah merasakan kekecewaan dan kesedihan. Maklum, kehidupan dan manusiawi. Seperti kesedihan gue dua hari kemarin. 

"We regretfully inform you that you are not selected for this position". Yaa, gue ga memenuhi standard psikotest yang perusahaan inginkan.

Gue sudah lumayan banyak kali ditolak perusahaan yang sudah pernah ngundang gue interview. Hanya saja kali ini gue merasa sangat sedih sih. Karna beberapa plan penting hidup gue kedepan bergantung hasil psikotest ini. Alhasil plan gue kedepan berubah total. Plan penting gue ini adalah bisa bertemu dengan anak dan istri gue tanpa harus menunggu waktu yang tidak begitu lama. Karna saat ini gue bekerja di tempat yang berbeda dengan anak dan istri. Dan butuh waktu lama untuk bisa bertemu mereka berdua.
Selain itu, perusahan ini memang perusahan nomor 1 di wish list yang ingin gue tuju. Walau gue baru tahu perusahan ini 2 tahun terakhir karena pernah kerjasama saat gue masih di perusahaan lama. Tapi gue tau dan kenal cukup baik dengan orang-orang di perusahaan ini.

Kesedihan gue wajar, tapi gue harus tetap go ahead melanjutkan plan baru gue. Gue sadari yang bikin gue kecewa dan sedih itu adalah ekspektasi gue sendiri yang begitu besar. Sehingga ketika tidak terwujud, gue kecewa amat besar sama diri gue sendiri.

Tapi lagi-lagi hal ini menambah pengalaman dan pembelajaran buat gue kedepannya agar lebih berpikir yang paling terbaik untuk melangkah.

So, gue ga mau berlarut-larut dalam kesedihan gue. Gue masih yakin bakal ada kesempatan di lain waktu ketika kemampuan gue sudah lebih baik lagi. Atau bisa jadi ada jalan Tuhan lewat jalur lain untuk sesuatu yang lebih baik buat gue.

Spesial terima kasih untuk istri gue yang selalu support dan menyemangati dikala gue down. Dan tentunya anak gadis gue yang lagi pintar-pintarnya ngomong nanya ini itu banyak sekali yang selalu bikin gue semangat selalu dalam bekerja dan beraktivitas.

Lanjut pelukan ahh sama di bayik kecil ini. Anaknya lagi sakit. Cuman mau digendong bapaknya. Ibu lagi di kantor. Bapak WFH, so bapak bisa pelukan selalu sambil cek kerjaan dari kantor.
Anak bayiknya lagi montel terosss 😘

Kamis, 03 Juni 2021

Astha Distric 8

Tulisan ini dibuat Tanggal 25 Maret 2021.

Weekend kemarin diajak MRT-an sekaligus liat pameran seni sama teman-teman waktu kuliah, hingga akhirnya:

🧑 Ngopi yuk?
🧔🧒🧓 Yokk ah gass. Mau di mana?
🧑 Area Sudirman saja

Sampailah ke salah satu tempat yang lagi booming untuk warga Yakarta dan sekitarnya, Astha District 8 - SCBD. Memang bagus sih suasananya dan view-viewnya mulai dari masuk sampai muter-muter di area yang boleh untuk public. Tidak menyangka bisa sebagus ini.

🧑 Weyy, btw ini salah satu proyek yang dikerjakan si kampret satu ini. *tertawa*

🧔 Hahaha. Ribet tau waktu ngitungnya. Salah satu proyek yang nyiksa gue banget ini jirr. Tapi puas sekali liat hasilnya.
____________________________________________

Salah satu karya yang saya senangi yang ada sedikit 'campur tangan' saya di dalamnya. Hasil karyanya memang tidak terlihat secara kasat mata, karena dia 'hanya sebagai penopang dari dalam tanah' alias bagian Fondasi dan Galian 😄

Analisis dan pengecekan struktur bawah untuk 7 buah bangunan dengan jumlah lantai di atas 30 lantai dan yang paling tinggi adalah 64 lantai memang agak ngeri-ngeri sedap. Sama sekali tidak mudah. Makanya ini salah satu proyek yang 'ribet' menurut saya. Tapi, sangat senang lihat hasilnya 😊

__________________________________________

🧔 Anyway bisa jadi senjata gue ke orang tua kalo dulu mereka ga sia-sia sekolahin gue walo susah dan gue sering bolos, Ntek 🤣🤣🤣

🧑👨🧓 Cottsss ah hahaa. Mesen apa lu?

☕☕☕☕

Jumat, 26 Juli 2019

Happy Birthday Ibu Anya, My Love and other half

Sirah Pulau, 27 Juli 2019

Dear Ibu dan Anya,

Mungkin pilihan yang bapak ambil adalah pilihan yang paling keliru sejauh ini. Bapak mengambil pekerjaan dengan konsekuensi harus berjauhan dengan Ibu dan Anya. Bapak berpikir akan baik untuk masa depan Anya. Tapi bapak lupa satu hal yang paling penting bahwa Anya membutuhkan sosok bapak yang ada di dekatnya di saat umur dia seperti sekarang ini. Pilihannya sudah dibuat dan sedang di jalankan, dan bapak merasakan betapa beratnya bapak berjauhan dengan Ibu dan Anya, bagaimana dengan Ibu dan Anya? Tentu lebih berat lagi tidak ada bapak di samping. Maafkan bapak, nak. Maafkan bapak, bu. Bapak akan dengan rela meninggalkan pekerjaan bapak untuk bisa lebih dekat dengan Ibu dan Anya lagi.

Pada akhirnya, ada di sisi Ibu dan Anya adalah hal nomor satu di dalam hidup bapak. 

Untuk Anya,

Bapak sudah bisa menebak beberapa waktu ke depan bahwa penyesalan terbesar bapak adalah berjauhan dengan Ibu dan Anya. Jangan sakit lagi ya. Bapak janji nak, bapak akan menebus waktu bapak yang hilang selama bapak ga ada di dekat Anya. Doain bapak biar semuanya berjalan lancar ya. Bapak kehilangan moment dengan Anya beberapa saat. Bapak merasa gagal, nak. Tapi tak apa, bapak akan sesegera mungkin agar bisa dekat dengan Ibu dan Anya lagi. Bapak akan mencari pekerjaan lagi di mana Ibu dan Anya bisa ada dengan bapak terus-menerus seperti sediakala.


Untuk Ibu,

Maafin bapak banyak melewatkan moment-moment spesial kita ya. Doain rencana bapak akan lancar biar bapak bisa bawa Ibu dan Anya lagi ikut dengan bapak. Semoga Ibu dan Anya sehat selalu di sana, panjang umur, serta dimudahkan segala aktivitasnya, diberikan rejeki yang berlimpah, diberi kebahagiaan, selalu sabar, dan semakin mencintai bapak.

Selamat ulang tahun ya, bu ♡

Selamat ulang tahun cinta bapak.  Selamat ulang tahun ibunya Anya. Bapak sangat  mencintai Ibu  dan Anya 🤗


Peluk cium dan salam rindu,
-bapak-

Minggu, 31 Maret 2019

Hari H

Anakku sayang,

Selamat berjuang ya dengan ibu. Bapak serahin semuanya ke Allah Swt dan Pak Dokter yang bantuin ibu. Bapak sangat ketakuan, De 😭


Semoga Ade dan Ibu selamat dan lancar ya operasinya. Bapak sangat mencintai Ade dan Ibu.

Peluk cium,
-bapak-

Di Penghujung Perjuangan dengan Ibu

Dear Anakku sayang,

Hari ini ibu sudah masuk Rumah Sakit untuk diobservasi. Artinya kamu akan segera lahir ke dunia fana ini. Besok kamu akan dikeluarkan oleh dokter dari perut ibu. Bapak berharap dan berdoa serta bermunajat kepada Allah Swt agar kamu dan ibu diberi kelancaran operasi dan tentunya keselamatan.

Nak, bapak sangat khawatir dan deg-degan. Bapak susah tidur, bapak tidak jelas mau ngapain. Bapak grogi nih mau ketemu kamu. Hehe

Bekerja sama dengan Ibu ya, nak. Bekerja sama lagi dengan baik. Bapak janji, kalau kamu sudah lahir, kita makan Ice Cream lagi dengan ibu.

Semangat ya, nak. Kita lewatin semua bareng-bareng. Bertiga sama ibu. Ade dan Ibu berjuang di ruang operasi, bapak tungguin di depan pintu ya.

See you anakku sayang. Bapak dan ibu sangat mencintaimu.

Peluk cium,
-bapak-

Rabu, 13 Maret 2019

Menunggu Kamu ♡

Dear Anakku sayang,

Tidak lama lagi Insya Allah kamu akan sama-sama dengan ibu dan bapak, tidur di antara ibu dan bapak, bercanda dan menangis di hadapan ibu dan  bapak, dan banyak hal lainnya yang akan kamu lakukan bersama ibu & bapak. Ibu dan bapak hanya berharap kamu sehat dan selalu semangat menghadapi situasi yang sedang kamu dan ibu hadapi sekarang ini. Ibu dan bapak sangat sedih, tapi ibu dan bapak hanya bisa berdoa segala yang terbaik buat kamu dan ibu.

Ibu dan bapak tidak patah semangat, nak. Bahkan ibu dan bapak sangat semangat dan selalu tersenyum bahkan tertawa bersama karena akan segera bertemu kamu (insya Allah).

Ibu dan bapak percaya doa bisa merubah segalanya, Nak. Sehingga ibu dan bapak tidak henti-hentinya berdoa untuk segala sesuatu yang terbaik buat kita. Terutama buat kamu dan ibu.

*****************


By the way, ibu dan bapak sudah 9x melakukan Ultrasonografi (USG) ke beberapa dokter dari 2D sampai 4D. Dan 'surprisenya' kamu tidak ada tanda-tanda memberitahu apakah kamu ini Perempuan atau Laki-laki. Sukses kamu, Nak! Sukses bikin ibu dan bapak bingung mempersiapkan perlengkapanmu. Kalau begitu nanti kamu pakai perlengkapan ibu dan bapak saja dulu ya 😅

Lanjut, mengenai foto USG 4D ini, tidak begitu nampak kamu mirip ibu atau bapak. Namun ada satu hal yang tidak bisa dibohongi, Nak. Hidungmu! Hidungmu mancung mirip Ibu.

Iya, mancung ke dalam *maaf ya, Bu* 😅

Semangat ya Anakku sayang. Sampaikan salam Ibu dan Bapak ke temanmu si Miom itu. Ibu dan bapak tidak marah atau menyesalinya, Nak. Karena sampai saat ini kamu dalam keadaan sehat dan tetap aktif. Dengan begitu, ibu dan bapak tahu bahwa kamu lebih kuat dari dia.


Peluk cium,
-bapak-

Kamis, 27 Desember 2018

MY BIGGEST HAPPINESS

"Saya terima nikahnya Mery Yulita Mokobuy dengan mahar tersebut, tuuunaaaiii!"

Sah? sahut para orang tua yang ada di situ. "Ulangi, ulangi. tadi salah menyebut jumlah mahar dan nama mempelai pria. Deitia ki Farllan. buli ki fadlan (itu adalah bahasa daerah Kaidipang yang artinya kurang lebih begini "namanya Farllan, bukan Fadlan"). Serasa mau copot jantung karena harus mengulangi ijab qabul yang semua orang pasti akan merasa sangat deg-degan.

Akad nikah
Akhirnya diulang lagi ijab qabulnya. "Wahai Farllan bin Taha Lasimpala, aku nikahkan engkau dengan anak kandungku yang bernama Mery Yulita Mokobuy dengan mahar seperangkat alat sholat dan emas 5 gram dibayar tuuunaaaiii" sambil memberi kode pada jari jempol untuk segera membalas. tanpa ba bi bu "Saya terima nikahnya Mery Yulita Mokobuy dengan mahar tersebut, tuuunaaaii". 

Tiba-tiba masih ada yang nyeletuk "dibayar tunaii, pakai dibayar". Oh God! masa harus ngulang sampai ke-3 kalinya untuk ijab qabul. Untungnya yang nyeletuk itu bukan Saksi pernikahan, akhirnya para saksi bilang "Sudah sah. tidak perlu diulang". Alhamdulillah, jadilah kami dua insan yang disatukan secara agama dan negara. Betapa bahagianya kami saat itu menjadi sepasang suami isteri.

Ssssssaaaaahhhhhhhh 

Dear anakku sayang. Kebahagian bapak dan ibu semakin lengkap saat bapak tahu kalau di dalam rahim ibumu ada kamu. Tidak henti-hentinya bapak dan ibu bersyukur atas rejeki yang Allah kasih ke bapak dan ibu. Rejeki yang sangat dinanti oleh bapak dan ibu, yaitu kehadiran kamu. Terima kasih telah memilih bapak dan ibu untuk menjadi orang tuamu. Semoga kamu sehat selalu hingga nanti bisa bertemu ibu dan bapak ya, nak.

Usiamu sekarang sudah hampir memasuki minggu ke 24. Bapak dan ibu semakin takjub melihat perkembanganmu. Di minggu ke 22, saking bapak dan ibu kangen sama kamu, bapak dan ibu pergi ke dokter agar bisa melihat kamu lewat alat USG. Kepala kamu sudah terbentuk, tulang pahamu sudah kelihatan, dan prediksi kelaminmu sudah disampaikan oleh dokter. Bapak dan ibu senang sekali, nak. Walaupun cuma bertemu lewat alat USG. Bapak dan ibu tidak peduli kamu seorang cewek atau cowok. Bapak dan ibu hanya berharap kamu sehat selalu dan happy selama berada di perut ibu.

Usia kandungan 4 minggu
Anakku sayang, sebelum bapak bertemu dengan ibu, ada banyak hal yang membuat bapak dan ibu sangat sedih, kecewa, malu, dan hal-hal buruk lain. Bapak dan ibu melewati itu semua dulu sebelum bapak dan ibu bertemu dan memutuskan untuk menikah. Bapak dan Ibu berdoa semoga kelak kamu akan jauh dari hal-hal yang bapak dan ibu alami di masa lalu. Dan kelak kamu dewasa nanti, kamu tidak perlu mencari tahu hal buruk apa yang pernah menimpa bapak dan ibu. Kalaupun kelak kamu tahu, pesan bapak hanya satu, Maafkan "mereka".

Anakku sayang, sehat terus ya diperut ibu. Bapak dan Ibu setiap hari selalu menanti "tendanganmu" diperut ibu. Kalau kamu sudah menendang perut ibu, seketika bapak dan ibu akan heboh sendiri karena kamu sudah mulai belajar berinteraksi dengan bapak dan ibu. Hanya sekedar tendangan darimu saja sudah bikin bapak dan ibu bahagia sekali, nak. Terima kasih anakku sayang, sudah menjadi sumber kebahagiaan bapak dan ibu, sumber penyembuh rasa lelahnya bapak dan sumber penyemangat bapak untuk bekerja lebih giat lagi. 

Terima kasih anakku sayang, bapakk dan ibu selalu mencintaimu dan menyayangimu.


Peluk cium,

-Bapak-

Sabtu, 02 Desember 2017

SENJA DI JATILUHUR


Hey senja, hari ini engkau nampak indah sekali. Bolehkah engkau hadir kembali  jika suatu saat saya ingin menikmati keindahanmu tidak seorang diri?